Senin, 21 November 2011

“Kalau Sudah Besar, Bella Mau Jadi Presiden”

Ketika masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, aku sering ditanya oleh guru mengenai cita-citaku. Dengan lugunya, aku sering menjawab bahwa aku ingin menjadi seorang Presiden. Saat ditanya kenapa, aku yang ketika itu masih belum mengerti tentang permasalahan dan sejarah negara hanya menjawab dengan ringannya bahwa menjadi presiden itu keren sering muncul di televise dan di Koran. Guruku yang mendengarkan hanya bisa senyum-senyum penuh arti.
Di bangku sekolah dasar, aku mendapatkan pelajaran sejarah Indonesia. Tentang beliau-beliau yang pernah menjadi presiden dan sejarahnya. Tapi waktu itu aku masih belum mengerti dengan benar tentang apa itu presiden dan apa sebenarnya tugas dari seorang presiden. Pada saat itu, aku masih senang bermain dan tidak tau menau tentang keadaan Indonesia.
Semakin umurku bertambah, wawasanku juga semakin luas. Pengetahuanku mengenai presiden, kenegaraan, politik dan problematikanya tidak lagi hanya sebatas bahwa presiden itu adalah pemimpin negara. Kepedulianku terhadap kondisi lingkungansekitar dan keadaan Indonesia juga meningkat.Aku telah mempelajari sepak terjang ke-6 presiden Indonesia. Setiap periode pemerintahan mempunyai sejarahnya masing-masing. Ada sebuah prestasi yang digapai meskipun ada pula beberapa kegagalan yang terjadi. Setiap presiden mempunyai cara tersendiri dalam memimpin negaranya. Namun, sebuah fakta yang cukup memprihatinkan adalah setelah sekian kali pergantian presiden itu masih belum ada yang dapat mengantar Indonesia menjadi negara maju. Negara kita ini tetap saja memegang predikat sebagai negara berkembang. Negara yang berkembang dan berkembang namun tidak pernah maju. Menjadi sebuah negara yang maju seperti layak Jepang, kini bagaikan harapan kosong belaka.
Aku ingin menjadi seorang presiden karena aku akan merubah mimpi seluruh rakyat untuk Indonesia maju menjadi sebuah realita.Kalimat itu kini menjadi jawaban apabila seseorang bertanya mengenai cita-citaku. Dalam kasus ini, aku memposisikan diri sebagai calon presiden Indonesia. Sebelum menjadi presiden, aku akan terlebih dahulu mempelajari kegagalan serta prestasi presiden-presiden Indonesia pada saat mereka memerintah. Dari pengetahuan mengenai kegagalan tersebut, aku akan membuat prestasi dengan mengubah yang pada saat itu gagal menjadi sukses atau yang merubah yang ketika itu salah menjadi benar.Dari pengetahuan mengenai prestasi itu, aku akan bekerja untuk mempertahankannya.
Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, beliau adalah salah satu tokoh yang berperan besar dalam memerdekakan Indonesia. Setelah diangakat menjadi presiden, beliau telah mengukir banyak prestasi. Salah satunya adalah menjadi pelopor KAA( Konferensi Asia-Afrika ) karena kepedulian beliau terhadap negara-negara lain di Asia-Afrika yang belum merdeka. Konferensi itu menghasilkan sebuah Dasa Sila. Beliau juga merupakan salah satu yang mencetuskan adanya Gerakan Non-Blok. Berkat KAA, banyak negara di Asia-Afrika yang akhirnya merdeka. Yang perlu diperhatikan disini adalah inisiatif Ir.Soekarno untuk menjadi orang pertama yang bergerak dan melakukan perubahan. Hal itu dapat menjadi sebuah pembelajaran dimana kita harus peka terhadap lingkungan dan menjadi orang pertama dan terdepan dalam suatu perubahan kearah yang lebih baik. Namun, dari semua prestasi yang telah dibuat, terdapat sebuah kegagalan yang menjadi awal dari kejatuhan sang presiden. Terbunuhnya 6 jenderal besar dalam peristiwa Gerakan 30 September, membuat kondisi politik di Indonesia tidak menentu. PKI menjadi organisasi yang dituduh terlibat dalam pembunuhan tersebut. KAMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) mengumpulkan massa dan melakukan demonstrasi serta menyampai Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) untuk membuarkan PKI. Tapi, beliau menolak untuk membubarkan PKI dengan alasan bahwa hal tersebut bertentangan dengan NASAKOM. Tapi, Lima bulan kemudian setelah PKI semakin gencar melakukan aksi untuk menggulingkan pemerintahan pada saat itu, Ir.Soekarno mengeluarkan SUPERSEMAR (Surat Perintah 11 Maret) yang berisi perintah kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu guna mengatasi situasi buruk pada saat itu. Lalu ketika Soeharto melakukan segala cara untuk menertibkan kembali keamanan di Indonesia, dimanakah presiden kita?. Dengan diberikannya tanggung jawab keamanan kepada Soeharto, maka apa tanggung jawab presiden Soekarno sebagai pemimpin?. Dikeluarkannya Supersemar menurut saya merupakan salah satu langkah salah yang diambil oleh Ir.Soekarno, karena menunjukkan kurangnya tanggung jawab atas apa yang terjadi di Indonesia ketika dibawah pemerintahannya. Dalam peristiwa itu, saya belajar bahwa seorang  pemimpin harus bertanggung jawab atas semua anggotanya yang dalam hal ini rakyat Indonesia atas semua yang terjadi pada anggota tersebut. Seorang pemimpin harus dapat turun tangan menyelesaikan permasalahan dan bukannya malah lepas tangan.
Mempelajari sejarah presiden pertama Indonesia, aku dapat belajar dari prestasi dan kegagalan beliau. Masih ada lima presiden yang perlu dipelajari sejarahnya. Karena orang bijak berkata “Kegagalanmu di masa lalu adalah keberhasilanmu di masa depan”. Aku mempelajari sejarah presiden-presiden Indonesia bukan untuk mencari-cari kegagalan beliau-beliau dan menyesalinya. Namun aku belajar dari kegagalan-kegagalan tersebut untuk membuatnya menjadi sebuah keberhasilan masa kini dan nanti. Tidak mengulang kesalahan yang sama dan mempertahankan serta menambah prestasi untuk Indonesia. Berinisiatif untuk bekerja, Berkreatif untuk memberi warna, Berinovasi untuk perubahan. Indonesia maju itu nyata.

Senin, 14 November 2011

"Inilah Film Indonesia"


Beberapa hari yang lalu, dalam salah satu mata kuliahku  “Ketrampilan Interpersonale” aku berkesempatan melihat sebuah film Indonesia yang berjudul “Alangkah Lucunya(negeri ini)”. Aku memang seorang pencinta film terutama film bergenre horror dan triller, namun jujur saja sebelum melihat film ini aku tidak pernah melirik film-film Indonesia. Film Indonesia terakhir yang aku lihat adalah “Petualangan Sherina” saat aku kecil dulu. Beberapa kali  memang aku pernah melihat film-film Indonesia, tapi tidak pernah ada yang membuatku terkesan. Ditambah lagi, bermunculan film-film yang menurutku kurang pantas dilihat untuk usia 18 tahun ke bawah. Aku jadi punya pendapat bahwa semua film Indonesia itu tidak bermutu, isinya gak jelas yang penting ada cewek-cewek seksi untuk mendongkrak penjualan.  Tapi itu pendapatku sebelum melihat film ini.
Film yang disutradarai oleh Dedy Mizwar ini, telah mengubah presepsiku pada film-film Indonesia. Dalam film ini tidak ada cewek-cewek seksi juga tidak ada adegan-adegan dewasa. Film ini penuh pembelajaran yang sangat berarti. Film yang penuh dengan makna ini memberi kesan sangat mendalam. Kesemua bagian cerita dan tokohnya benar-benar menyiratkan pesan atau kritikan pada masyarakat Indonesia saat ini. Dari seorang bapak yang tidak setuju bahwa pendidikan itu penting, seorang sarjana pendidikan yang berakhir dengan hanya bermain judi, sampai cerita para pencopet yang mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Filmnya pun dikemas dalam komedi yang apik dan segar. Alur ceritanya enak dan tidak berbelit-belit. Pesan dan kritik-kritiknya tersirat tajam namun mudah diterima. Orang-orang yang mengakui dirinya sebagai pencinta film harus melihat film ini dan dijamin tidak akan kecewa.
Setelah melihat film ini, aku pun mulai browsing film-film Indonesia. Film-film Indonesia yang berbau dewasa memang lebih banyak bermunculan, namun ternyata ada pula film-film berkualitas dari Indonesia selain Alangkah Lucunya(negeri ini). Ada beberapa judul film berkualitas yang tak kalah dengan film-film luar negeri, ada Laskar Pelangi, Meraih Mimpi, Ketika Cinta Bertasbih, bahkan ada juga film horor triller yang benar-benar bergenre horor  seperti Rumah dara, Rasa, Takut: Face of Fear. Sebenarnya aku sudah pernah mendengar beberapa judul di atas karena memang sempat booming di Indonesia, tapi aku belum pernah melihat filmnya. Presepsiku mengenai film-film Indonesia yang tidak bermutu dan cuma dongkrak popular, telah membuatku tidak melirik film-film itu. Padahal filmnya lebih bagus dan menurutku bisa bersaing di perfilman internasional.
Sebaiknya, film-film berkualitas seperti itulah yang lebih banyak diproduksi di negeri kita, sehingga tidak hanya menjadi salah satu media hiburan namun juga menjadi media pendidikan. Apabila memproduksi sebuah film horor atau triller, akan lebih baik apabila film-film bergenre mempunyai cerita jelas dan tidak berbumbu pornografi yang bisa meracuni otak generasi muda Indonesia.
Film memang salah satu bisnis yang sangat menjanjikan karena pangsa pasarnya sangat luas. Film dapat menjadi salah satu pendapatan negara dan dapat dijadikan salah satu cara kita  memperkenalkan budaya Indonesia. Melalui film juga dapat memperlihatkan bahwa Indonesia juga mampu membuat film berkelas Hollywood, sehingga dunia bisa mengenal  Indonesia lebih dalam. Karena itu, produksi film-film seperti Alangkah Lucunya(negeri ini) ini seharusnya lebih digalakkan lagi. Jika memang ingin orang Indonesia mencintai karya buatan negeri, mari buat karya-karya yang berkualitas dan membanggakan. Buatlah film yang dapat membuat orang Indonesia bicara dengan bangga bahwa inilah film hasil karya Indonesia. Apabila hal itu benar-benar dilakukan, aku yakin para pencinta film di tanah air  tidak akan menolak ketika ada larangan film luar negeri untuk masuk ke Indonesia karena mereka telah terakomudasi oleh film-film yang lebih bagus hasil karya anak negeri. Dan ketika film-film berkualitas seperti Laskar Pelangi dan Rumah Dara sudah banyak diproduksi, mungkin tidak ada lagi poster-poster film luar negeri yang mendominasi bioskop-bioskop tanah air.


Minggu, 13 November 2011

Jakarta Fashion Week 2012

Akhirnya perhelatan mode termegah tahun ini sudah dimulai, tepat pada tanggal 12 November 2011 di Pacific Place Jakarta. Pembukaan yang bertajuk “Alliance of Beauty”  menjadi awal dari pekan mode yang paling ditunggu para pencinta fashion. Malam sabtu kemarin, menjadi ajang unjuk gigi 4 desaigner terkemuka dari  4 negara di Asia tenggara. Biyan dari Indonesia, Ashley Isham dari Singapura, Bernard Chandran dari Malaysia, dan Tube Gallery dari Thailand. Keempat designer  tersebut telah bekiprah lama dan telah mendapat nama di dunia fashion International.  Masing-masing dari keempat designer kondang tersebut menampilkan 12 rancangan busana yang menarik dengan menonjolkan kekuatan ciri masing-masing.
Biyan mendapatkan kesempatan  pertama yang menampilkan koleksi  rancangannya. Detil payet dan motif bunga pada rancangannya menarik perhatian pencinta mode yang hadir saat itu. Dengan sentuhan oriental, busananya menjadi tampak lebih elegan dan glamor. Rancangan-rancangan busananya mampu menyedot perhatian  audiens dan memang patut menjadi pembuka “Alliance of Beauty”.
Penampilan kedua, Bernard Chandran dari Malaysia  memfokuskan rancangannya pada permainan siluet desain dan pemilihan material modern.
Sementara itu, Tube Gallery menampilkan koleksi gaun cocktail yang ceria dan menyegarkan.  Ashley Isham dari Singapura menutup malam itu dengan tampilan koleksi busana yang dramatis dan penuh tekstur.
Melihat gemilangnya penampilan koleksi-koleksi busana pada pembukaan Jakarta fashion week, dapat kita bayangkan kemegahan dan kemeriahan Jakarta fashion week 2012. 


“Gue Suka Gaya Gue!”

Jargon diatas adalah plesetan dari “Gue suka gaya loe!”, jargon itu sempat popular dan sekarang masih ada yang menggunakannya. Menurutku jargon ini, menyiratkan bahwa kita lebih sering menilai orang lain dari pada menilai diri kita sendiri. Orang-orang sering melihat apa yang dimiliki orang lain tapi tidak dimiliki oleh kita dan bertanya kenapa kita juga tidak memilikinya. Tidak jarang kita berkomentar penampilan dan gaya hidup orang lain entah itu baik atau buruk, tapi sangat jarang kita berkomentar bagaimana penampilan kita dan apakah gaya hidup kita baik atau buruk. Dengan semakin seringnya kita melihat apa dan bagaimana orang lain, apa dan bagaimana kita bergerakpun dibatasi dengan bagaimana orang lain akan menilai kita. Kita pun menjadi takut menunjukkan jati diri kita karena kuatir dengan komentar-komentar orang lain. Kita lebih suka mengikuti apa yang dilakukan oleh orang disekitar kita tanpa peduli apakah kita mampu atau apakah perbuatan itu sesuai dengan jati diri kita. Banyak orang lebih senang mengenakan pakaian yang sedang popular dari pada menggunakan pakaian yang nyaman. Mengapa hal tersebut sering terjadi?  Disadari atau tidak, seseorang ingin keberadaannya dilihat dan diakui. Dengan berpenampilan, dan bertindak seperti orang-orang yang menurut sebagian besar orang keberadaannya lebih diakui, seseorang itu berharap keberadaannya juga akan diakui.  Lalu, dimana lagi jargon “ Jadilah dirimu sendiri!”. Memang benar, kita perlu memikirkan pandangan orang lain mengenai penampilan dan tingkah laku kita karena kita adalah manusia social. Namun, jangan membuat komentar orang lain itu adalah nasehat dewa sehingga membuat kita kehilangan jati diri. Pilihlah komentar  yang bagus untuk memperbaiki diri. Mulailah dengan menilai dan melihat diri sendiri, apa kekurangan dan kelebihan kita.  Berpenampilanlah  sesuai dengan karakter  dirimu dan pilihlah gaya hidup yang positif. Belajarlah merubah kekuranganmu menjadi kelebihanmu, sehingga  kelebihanmu bisa menjadi  senjata untuk menunjukkan diri di masyarakat luas. Dengan begitu, hidup akan lebih nyaman dan lebih berarti. Dan kamu bisa berteriak dengan lantang “Gue suka gaya gue!”.

Fashion adalah...



Mengutip dari wikipedia.com, arti dari fashion adalah gaya terpopuler pada saat tertentu, khususnya untuk gaya pakaian, sepatu, dan aksesoris. Sedangkan menurut Troxell dan Stone dalam bukunya Fashion Merchandising, fashion diartikan sebagai gaya yang diterima dan digunakan oleh mayoritas anggota sebuah kelompok dalam satu waktu tertentu.
Fashion terus berkembang dan tidak pernah berhenti. Saat datang krisis moneter pun, fashion tetap terus berjalan dan mempengaruhi banyak orang (pakaian apa yang akan kita gunakan dan bagaimana tingkah laku saat mengenakan pakaian tersebut). Contohnya saat seseorang berpenampilan office look, maka seseorang tersebut akan bersikap sebagaimana orang kantoran dan tidak mungkin berperilaku layaknya preman.
Ada sebagian orang mengatakan bahwa ia tidak mengikuti perkembangan fashion, namun tidak dipungkuri bahwa orang tersebut punya gaya tersendiri dalam berpenampilan, entah itu hanya memakai kaos oblong dan jins atau kaos dengan celana pendek, tanpa disadari dia telah mengikuti fashion yang diterima oleh dirinya sendiri.
 Namun ada pula yang menjadi korban mode, beberapa orang ingin mengikuti fashion yang sedang populer, namun  tidak memperhatikan apakah fashion tersebut cocok atau pantas dikenakan, sehingga penampilannya jadi terlihat aneh dan tidak menarik.
Seiring dengan perkembangan budaya dunia fashion pun juga mengalami perubahan. Dulu mayoritas perempuan Indonesia memakai kain panjang dan kebaya sebagai pakaian sehari-hari,  namun kini kebaya hanya dikenakan pada acara-acara resmi seperti pernikahan atau acara resmi lainnya. Dulu perempuan kebanyakan  harus pakai rok, tapi sekarang tidak sedikit yang pakai celana panjang.
Fashion memang tidak pernah mati dan akan terus berkembang. Fashion ada di setiap aspek dari musik, seni, dan arsitektur. Orang tidak akan pernah bosan oleh fashion tapi justru akan terus mencari dan menemukan fashion-fashion baru yang menjadikan dunia lebih berwarna dan meriah.

Sabtu, 05 November 2011

-Menulis Populer-

Menulis Populer.
Kok ga da hubungannya sama fashion??
Memang gak da hubungannya,, tapi d jamin artikel di bawah ini bermanfaat banget buat teman-teman yang masih pemula banget dalam hal tulis menulis. Nah, untuk mempermudah dalam menulis, aku punya kiat-kiat dalam menulis populer yang aku dapatkan waktu kuliah tamu beberapa waktu lalu. 
Beberapa hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat menulis.


1.  Sederhana

  •  Menggunakan susunan kalimat SPOK
  •  Struktur tulisan : Sebab - Akibat dan Problem – Solusi
  •  Tidak menggunakan istilah yang sulit dipahami pembaca
  •  Menggunakan paragraf yang sederhana
Tidak perlu menulis dengan kalimat panjang dan berbelit-belit agar terlihat seakan-akan penulisnya pintar. Hal ini akan membuat pembaca akan malas membaca tulisanmu. Kalaupun mau, tulisannya akan sulit untuk dimengerti.

2. Tidak menggunakan istilah asing
  • Jangan menutupi kekurangan kita dengan istilah asing
  • Jika ingin menggunakan istilah asing, gunakan istilah yang biasa terdengar oleh para pembaca
  • Jangan menyiksa pembaca dengan banyaknya istilah asing
Nah, yang satu ini kalau bisa dihindari. Gunakan saja bahasa indonesia pada umumnya. Jangan beranggapan bahwa tulisna-tulisan asing tersebut akan menambah nilai keren tulisanmu. Hal ini akan "menyiksa pembaca".

3. Orientasi Pembaca
  • Tulisan mudah dipahami pembaca
  • Melakukan observasi sampai manakah para pembaca paham dengan tulisan kita
  • Penulis bisa mengikuti apa yang sedang diminati oleh para pembaca tetapi harus mempunyai ciri khas tersendiri dalam penulisan.
Karena tulisan kita akan dibaca oleh orang lain, cobalah berpikir dari cara pandang pembaca. pembaca itu universal atau beraneka ragam, jadi tidak cukup hanya melihat ke satu atau dua sisi saja.

4. Tidak menggunakan singkatan, akronim, atau jargon
    
    Jika berlebihan bisa menghambat komunikasi. Ceritanya jadi tidak fokus. Makna dari tulisan pun menjadi buram.

5. Spesifik dan konkrit

    Agar pembaca lebih mudah memahami bagaimana alur penulisannya.

6. Detil dan Relevan
  •  Menggunakan bahasa yang mudah dipahami pembaca
  •  Rinci dalam memaparkan tulisan
  •  Hindari penggunaan angka
Banyak-banyaklah membaca. Perhatikan gaya menulis penulis-penulis lain. Setiap penulis mempunyai corak dan gaya tersendiri dalam menulis. Sering berlatih menulis dan cari corak dan gayamu sendiri.
Semangat menulis!

Selamat Datang di Kharisma Bella

Blog mengenai fashion dan live style. Fashion up to date para remaja Indonesia dan dunia. Live Style dari para remaja Indonesia saat ini. Hal-hal tersebut akan dibahas disini. Keuntungan dan kerugiannya. Melihat dari cara pandangan yang berbeda. Menarik dan Unik. Jadi,, ikuti terus blog "Kharisma Bella" biar gak ketinggalan zaman..
 Jangan lupa berikan komentar teman-teman...